SEKELUMIT CERITA TENTANG BATAM

jembatan barelang batam


Kota Batam adalah salah satu kota di provinsi Kepulauan RiauIndonesia. Terletak di Pulau Batam, kota ini memiliki lokasi sangat strategis, karena berada di jalur pelayaran internasional, dekat dengan Singapura dan Malaysia. Kota Batam juga merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Ketika dibangun pada tahun tahun 1970-an awal, kota ini hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk. Sekarang, menurut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam, jumlah penduduknya telah mencapai 988.555 jiwa (statistik Desember 2009), dan menjadikannya sebagai kota terbesar dan terpadat ketiga populasinya di Sumatra setelah Medan dan Palembang. Dalam kurun waktu tahun 2001 hingga tahun 2009, Batam memiliki angka pertumbuhan penduduk rata-rata hampir 10 persen pertahun.


Geografis

Kota Batam merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, dan memiliki luas wilayah daratan 715 km atau sekitar 115% dari wilayah Singapura, sedangkan luas wilayah keseluruhan mencapai 1.570.35 km. Kota Batam beriklim tropis dengan suhu rata-rata 26 sampai 34 derajat celsius. Kota ini memiliki dataran yang berbukit dan berlembah, dan tanahnya berupa tanah merah yang kurang subur.

Kota Batam berbatasan dengan Singapura dan Malaysia di sebelah utara, dengan Kabupaten Daik-Lingga di sebelah selatan, Pulau Bintan dan Tanjung Pinang di sebelah timur, dan Kabupaten Karimun di sebelah barat.

Kebudayaan

Masyarakat Kota Batam merupakan masyarakat heterogen yang terdiri dari beragam suku dan golongan. Beberapa suku yang dominan adalah suku Melayu, Minang, Batak, Makassar, Jawa, Flores, Tionghoa dan lain-lain.

Islam adalah agama mayoritas di Kota Batam. Mesjid Raya Batam yang terletak di tengah kota, berdekatan dengan alun-alun, kantor walikota dan kantor DPRD. Agama Kristen dan Katholik juga banyak dianut oleh masyarakat Batam, terutama yang berasal dari suku Batak dan Flores. Agama Buddha kebanyakan dianut oleh warga Tionghoa. Batam juga memiliki Vihara yang konon terbesar di Asia Tenggara, yaitu Vihara Duta Maitreya.

Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Bahasa daerah juga digunakan oleh para penduduk yang berasal dari daerah lain, seperti bahasa Minang, bahasa Batak, bahasa Jawa, bahasa Makassar, dan juga bahasa Tionghoa.

Transportasi darat, laut, dan udara

Akses menuju Kota Batam dapat ditempuh melalui jalur udara dan laut. Melalui jalur udara, Batam dapat dicapai melalui Bandara Internasional Hang Nadim yang melayani rute penerbangan langsung dari banyak kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Padang dll. Batam juga memiliki lima pelabuhan ferry internasional yang menghubungkannya dengan Singapura dan Malaysia, melalui Batam Centre, Batu Ampar (Harbour Bay), Nongsa, Waterfront City, dan Sekupang.


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 17:32
CB