Makin Banyak Awak Kabin Memakai Jilbab


Awak Kabin Memakai Jilbab

"Tapi tetap modis dan gesit dan menjalankan tugasnya di atas pesawat.."
Manajemen PT Garuda Indenesia,Tbk mempersilakan awak kabinnya untuk mengenakan pakaian seragam yang terbaik dan standard. Tapi bagi mereka yang melayani penerbangan haji, semua harus berjilbab. Ini untuk kenyamanan penumpang serta menyesuaikan dengan budaya masyarakat Arab Saudi.

“Tapi tetap modis dan gesit dan menjalankan tugasnya di atas pesawat,” uar Ketua Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Bonita menjawab bertatrans.com di Jakarta, Sabtu (22/11/2014). Selama ini memang sudah banyak awak kabin yang mengenakan jilbab juga.  Itu bagian dari hak asazi dia sebagai seorang muslimah.  Manajemen Garuda Indonesia perusahaan tetap menghormati semua itu. “Tapi pemakaian jilbab itu tidak boleh mengurangi profesionalisme sebagai seorang awak kabin. Dia harus terampil dan cekatan melayani penumpang di atas pesawat,” papar dia.

Khusus untuk awak kabin penerbangan haji, lanjut dia, semua harus mengenakan jilbab standard awak kabin Garuda Indonesia. Setelah sampai Tanah Suci dan tiba di hotel tempatnya menginap, baru bisa ganti pakaian yang lain. “Seperti kebanyakan wanita Arab Saudi, mereka mengenakan pakaian warna hitam. Itu untuk menyesuaikan dengan adat dan budaya masyarakat Arab tempatnya bekerja. Tapi itu tidak masalah bagi para pramugari Garuda Indonesia,” tukas Bonita.

Menurutnya dia, ketentuan jilbab bagi awak kabin Garuda Indonesia memang dibuat sedemikian rupa, sehingga tidak mengganggu saat menjalankan tugasnya. “Dijamin tetap modis dan cantik. Untuk awak kabin, rata-rata masih muda dan cantik,”  tandas awak kabin senior itu.

Sumber : beritatrans


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 08:21
CB