Menhub Jonan: Seluruh Bandara Di Tanah Air Harus Dipagari

pagar kawasan bandara

"Saya tiga minggu lalu ke Kaimana (Papua Barat), di bandara itu pagarnya tidak lengkap. Jadi saya bilang kalau bandara tidak ada pagar ya enggak usah ada x-ray , tidak usah ada alat untuk periksa metal detector, enggak perlu, wong enggak ada pagarnya,”
JAKARTA – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta seluruh bandara di Tanah Air yang tak memiliki pagar segera dipagari. Pagar bandara itu perlu guna meningkatkan keamanan dan keselamatan penerbangan khususnya di kawasan bandara yang bersangkutan.

Menhub Jonan menilai, pengunaan pemindai x-ray di bandara menjadi tak berarti bila bandara tak dilengkapi pagar pengaman landasan pacu runway (airside). Pasalnya, pagar pengaman itu menjadi pembatas area landasan bandara.

“Juga tentang keamanan bandara. Saya tiga minggu lalu ke Kaimana (Papua Barat), di bandara itu pagarnya tidak lengkap. Jadi saya bilang kalau bandara tidak ada pagar ya enggak usah ada x-ray , tidak usah ada alat untuk periksa metal detector, enggak perlu, wong enggak ada pagarnya,” ujar Jonan di Kementerian Perhubungan, Kamis (17/9/2015).

Dia menjelaskan, pagar airside sangatlah penting bagi suatu bandara. Pasalnya, maskapai akan memandang bandara tersebut tak aman karena siapa saja bisa masuk ke landasan pesawat.

Jonan juaga sudah meminta bawahannya untuk mengurus bandara-bandara yang belum memiliki pagar airside. “Ini direktur bandara saya sudah katakan ini banyak bandara yang tidak ada pagarnya harus dipasang pagarnya, ini penting,” kata dia.

Sebelumnya, seorang pria bernama Mario Steve Ambarita menyelinap ke ruang roda Garuda Indonesia (GA 177) dari Bandara Sultan Syarif Kasim II saat pesawat tersebut akan tinggal landas menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (7/4/2015). Setelah diselidiki, Mario masuk secara ilegal ke dalam kawasan bandara.

Sekitar pukul 15.16 WIB, pesawat Garuda menuju runway Bandara Sultan Syarif Kasim II untuk tinggal landas. Sebelum tinggal landas, pesawat berhenti. Pada saat itulah Mario berlari dan memanjat ke ruang roda pesawat.

“Kasus-kasus seperti Mario Ambarita atau binatang ternak yang masuk ke kawasan bandara jangan sampai terulang kembali di bandara di Tanah Air. Jika semua bandara sudah dipagari dan dijaga aparat yang bersangkutan kita optimis kasus itu tak akan kembali terjadi,” tegas Jonan. (Sumber : beritatrans).

Terima kasih sudah mampir di Jagoan Tiket blog. Jika karena suatu alasan Anda menyukai tulisan di blog ini, silakan dishare agar bisa bermanfaat bagi orang lain. Jika ada hal yang kurang jelas silakan tinggalkan komentar. Mohon berkomentar dengan bahasa yang baik dan benar. Terima kasih.


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 07:20

0 comments:

Post a Comment

CB